Events

Find Us On Sosmed

Bripda Rikardo Butar-butar Bersama 3 Rekan Anggota Polri, Peras Pengunjung Warnet di Jalan Seksama Ujung Medan


www.SumutTopNews.com - Berita Terbaru Terkini Hari Ini - Rabu dini hari tanggal 12-07-2017 jam 02:30, sekawanan pria yang mengaku anggota kepolisian namun tidak dapat menunjukkan identitasnya untuk melakukan tugas polisi. Sekawanan anggota ini menggari dan mengancam dengan pistol terhadap dua pengunjung warnet (Sandra Warnet) di jalan seksama ujung, Medan. Dua Pengunjung Warnet tiba-tiba "digari" tanpa sebab yang jelas dan surat tugas, penjaga warnet langsung melerai agar tidak terjadi perkelahian dan pemaksaan kepada pengujung, polisi tersebut mengaku dari polda setelah tim redaksi melakukan investigasi tentang hal tersebut, ternyata salah satu dari anggota polisi tersebut yang bernama bripda Rikardo Butar-butar yang bertugas anggota sabara di polres tabes medan.

Polisi tersebut membawa dua orang pengunjung yang bernama Saut Simanjuntak & Roma ke salah satu tempat dengan mengendari mobil Avanza dengan BK 1155 IZ milik seorang anggota polri.

Pengelola warnet masih mencari tahu keberadaan korban sampai saat ini, dan tidak pernah diminta keterangan apa sebabnya pengunjung warnet tersebut ditangkap paksa, untuk dibawa kesuatu tempat.

Kapolrestabes Medan mengklarifikasi akan mengusut apa benar ada anggota-nya yang melakukan penangkapan tanpa surat tugas dan sebab atau perbuatan yang melanggar hukum yang dilakukan korban, sampai saat ini masih dipertanyakan pelanggaran apa yang menyebabkan sekawanan polisi datang tiba-tiba untuk menangkap pengujung warnet tersebut .

Berikut Rekaman CCTV di Warnet saat kejadian Berlangsung:



Jr Saragih Nonaktifkan Kadis Kesehatan Terkait Suap

Jr Saragih Nonaktifkan Kadis Kesehatan Terkait Suap www.SumutTopNews.com - Berita Terbaru Terkini Hari Ini - Bupati Simalungun JR Saragih menonaktifkan Kepala Dinas Kesehatan Simalungun Jan Maurisdo dan sekretarisnya, Lukman Damanik. Tindakan tegas ini dilakukan setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Polda Sumut di kantor Dinas Kesehatan Simalungun beberapa waktu lalu.

www.SumutTopNews.com - Berita Terbaru Terkini Hari Ini - Bupati Simalungun JR Saragih menonaktifkan Kepala Dinas Kesehatan Simalungun Jan Maurisdo dan sekretarisnya, Lukman Damanik. Tindakan tegas ini dilakukan setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Polda Sumut di kantor Dinas Kesehatan Simalungun beberapa waktu lalu.

"Pemberlakuan pemberhentian ini dimaksudkan agar mempermudah proses penyelidikan," kata JR Saragih

JR Saragih mengaku menyerahkan proses penyidikan kasus tersebut sepenuhnya kepada polisi. Pemerintah Kabupaten Simalungun pun, lanjutnya, akan melakukan pengusutan internal.

"Saya akan periksa semua yang ada di Dinas Kesehatan dan bila terbukti bersalah maka saya tidak segan-segan akan melimpahkan kepada yang berwajib untuk diproses," ujar dia.

JR Saragih menegaskan, meski Kepala Dinas dinonaktifkan, seluruh pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas yang ada di Simalungun tetap berjalan seperti biasa.

"Pelaksanaan nonaktif sifatnya untuk mengetahui kebenaran yang ada di Dinas Kesehatan, untuk yang lainnya tetap berjalan seperti biasanya tak terkecuali puskesmas maupun pelayanan kesehatan lainnya," kata JR Saragih.

Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polda Sumut melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, Senin siang. Polisi kemudian menetapkan Sekretaris Dinas Kesehatan Simalungun, Lukman Damanik dan pegawai koperasi Dinas Kesehatan Simalungun, Flora Sandora Boru Purba, sebagai tersangka.

Keduanya diduga terlibat dalam pengutipan pungutan liar (pungli) dari para calon ASN tenaga medis di Simalungun yang baru diangkat dari Pegawai Tidak Tetap (PTT) menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pungli yang dilakukan senilai Rp 10 juta hingga Rp 30 juta.

Dalam OTT tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya sebuah amplop atas nama Juwita Herliyanti Hasibuan berisi Rp 20 juta, sebuah amplop atas nama Ferawati Silalahi berisi Rp 20 juta, uang sejumlah Rp 10 juta dengan tulisan Nova Meilina, dua blok uang Rp 10 juta tanpa nama, sebuah amplop putih tanpa nama berisi Rp 10 juta.

Selain itu lima amplop kosong bertulisan nama calon ASN yang diduga bekas tempat uang, dan sebuah buku tulis berisi daftar nama setoran. [HorasSumutNews]

Saber Pungli Poldasu Tangkap Sek.Dinkes Simalungun Lukman Damanik, ST & Flora Purba, Barang Bukti uang 80 Jt, CPNS bidan PTT, Kemenkes 2017


www.SumutTopNews.com - Berita Terbaru Terkini Hari Ini - Oknum Pegawai Dinkes Pemkab Simalungun Tertangkap OTT Tim Saber Pungli Poldasu, Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun, Senin sekira pukul 13.00 wib, mendadak dikejutkan dengan kehadiran sejumlah petugas dari Tim Saber Pungli Polda Sumut (Poldasu) bersama Personil Polres Simalungun.

Dari hasil penggeledahan yang dilaksanakan, ditemukan puluhan juta uang dan sejumlah barang bukti dari hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut.OTT tersebut dilakukan atas adanya laporan masyarakat kepada Satgas Saber Pungli Polda tentang adanya pungutan liar (pungli) senilai Rp. 10 juta hingga Rp.30 juta yang dilakukan kepada para calon Aparatur Sipil Negara (ASN) tenaga medis di Pemkab Simalungun yang baru saja dilakukan pengangkatan dari PTT menjadi CPNS.





Atas laporan tersebut, Sekretaris Pokja Intelijen Satgas Saber Pungli dibawah pimpinan Ipda Joy Sianipar S Tr K melakukan penyelidikan ke kantor Dinkes Pemkab Simalungun dan setibanya di TKP, Tim Saber Pungli berhasil melakukan OTT seorang wanita bernama Flora Purba (48), karyawan Koperasi Harapan di Dinkes Pemkab Simalungun.

Flora yang diketahui berstatus bukan PNS ini diduga sebagai yang dipercayakan/diperintahkan menerima uang pungli dari para calon ASN, antara lain Nova Melina Hutahaean (31), Pretty Br Malau (33), Maya Sidauruk (31), Nora Damanik (34). Keempatnya merupakan PTT Pengangkatan CPNS 2017 Puskesmas Panei Tongah, Kabupaten Simalungun, dan Novelinda Silalahi (23) pegawai Honorer Dinkes Pemkab Simalungun.

Saat Tim Saber Pungli melakukan pemeriksaan di ruang Koperasi tempat dilakukannya transaksi, Sekretaris Dinas Kesehatan Pemkab Simalungun Lukman Damanik sudah tidak berada di tempatnya dan sesuai keterangan dari Novelinda, salah seorang Pegawai Honorer Dinkes Pemkab Simulungun, Lukman sedang tidak berada di tempat, namun sedang mengikuti rapat di DPRD Kabupaten Simalungun."Diketahui bahwa pada saat dilakukan pemeriksaan, pintu ruang kerja Lukman Damanik dalam keadaan rusak (diduga di congkel) lalu melarikan diri," ungkap Ipda Joy Sianipar.

Rina menjelaskan, ada empat orang korban, yaitu Nova Melina Hutahaean (31) (PTT, Pengangkatan CPNS 2017 Puskesmas Panaitonga Simalungun), Pretty Br Malau (33), (PTT, pengangkatan CPNS 2017 Panaitonga Simalungun), Maya Sidauruk (31) (PTT, pengangkatan CPNS 2017 Panaitonga Simalungun) dan Nora Damanik (34) (PTT, pengangkatan CPNS 2017 Panaitonga Simalungun).

Dari tempat tersebut, polisi berhasil barang bukti 1 buah amplop an. Juwita Herliyanti Hasibuan yang berisi uang RP.20 juta, 1 buah amplop an. Ferawati Br Silalahi berisi uang Rp.20 juta, uang sejumlah Rp.10 juta dengan tulisan Nova Melina, 2 blok uang Rp.10 juta, tanpa nama, 1 buah amplop putih tanpa nama berisi uang sebanyak Rp.10 juta, 1 buah Laptop Merk ACER milik Flora Purba, 1 buah tas ransel merk ACER milik Flora Purba, 1 buah flasdisk merek TOSHIBA 16 GB, 5 buah amplop kosong bertuliskan nama calon ASN diduga bekas tempat uang, 1 buah buku tulis bersisi daftar nama setoran dan 5 buah Handphone.
"Selanjutnya FLORA Br PURBA bersama barang bukti dan para ASN yang diamankan, dibawa ke Mapolres Simalungun untuk menjalani pemeriksaan intensif," pungkas Ipda Joy Sianipar. (BS04)

Ngeri, Pengendara Mobil Tabrak Pengendara Motor, Polantas Ini Melihat Langsung Tragedi Itu

Ngeri, Pengendara Mobil Tabrak Pengendara Motor, Polantas Ini Melihat Langsung Tragedi Itu www.SumutTopNews.com - Berita Terbaru Terkini Hari Ini - Tabrakan antara mobil dan sepeda motor terjadi persis di hadapan dua petugas polisi yang sedang bertugas di Jalan Puteri Hijau, Jumat (21/4/2017) sore.  Peristiwa tabrakan ini diunggah akun Instagram @atcsmedan.

www.SumutTopNews.com - Berita Terbaru Terkini Hari Ini - Tabrakan antara mobil dan sepeda motor terjadi persis di hadapan dua petugas polisi yang sedang bertugas di Jalan Puteri Hijau, Jumat (21/4/2017) sore. 
Peristiwa tabrakan ini diunggah akun Instagram @atcsmedan. 
"Jum'at, 21 April 2017 pkl 17.59 wib telah terjadi kecelakaan antar kendaraan roda-4 dan roda-2 di Jalan Putri Hijau. Kami himbau untuk seluruh masyarakat Kota Medan agar selalu mengutamakan keselamatan berlalu lintas," tulis @atcsmedan. 
Kedua petugas polisi yang sedang memantau arus lalu lintas terkejut melihat sebuah mobil Avanza menabrak sepeda motor di depan mereka. 
Nampak bahwa pengendara sepeda motor menyalip dengan mendadak sehingga kemungkinan pengendara mobil tidak melihatnya. 
Kebanyakan followers menilai si pengendara motor yang bersalah.
lilikwulandari: Mobilnya gk laju tuh, salah motor nya belok kok laju gk ngerem, dari jauh aja kelihatan kalau motor yg di tabrak memang langsung belok
adlian23: Dari lajur paling kiri mau belok ke kanan. Itu pun ngebut. Hebat bener sepeda motor nya.
erstpl: Masuk dri blindspot bah.
giokphing: Gitu byk komentar motor yg salah tapi tetap aja tuh mobil yg keluar duit buat ganti rugi dsb sdh rahasia umum disini.bw mobil jgn sial aja la hati2pun bisa kena.
Lihat videonya di sini: 

Kisah Nestapa Mahasiswa STMIK-STIE Mikroskil Meninggal usai Dibegal, Dua Pembegalnya pun Turut Tewas

Kisah Nestapa Mahasiswa STMIK-STIE Mikroskil Meninggal usai Dibegal, Dua Pembegalnya pun Turut Tewas www.SumutTopNews.com - Berita Terbaru Terkini Hari Ini - Dua tersangka perampokan sepeda motor atau begal yang belum diketahui identitasnya tewas setelah diamuk massa di Jalan KL Yos Sudarso KM 11, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, Jumat (21/4/2017) dinihari. Selain kedua pelaku, korbannya bernama David Juliono alias Alim (22) warga Jalan Rencong, Medan Perjuangan juga meninggal dunia.

www.SumutTopNews.com - Berita Terbaru Terkini Hari Ini - Dua tersangka perampokan sepeda motor atau begal yang belum diketahui identitasnya tewas setelah diamuk massa di Jalan KL Yos Sudarso KM 11, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, Jumat (21/4/2017) dinihari.
Selain kedua pelaku, korbannya bernama David Juliono alias Alim (22) warga Jalan Rencong, Medan Perjuangan juga meninggal dunia.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Edy Safari mengatakan, awalnya korban hendak pulang menuju rumahnya di kawasan Martubung.
Ketika melintas dari arah Brayan menuju ke Belawan, diduga korban telah dibuntuti sejak dari Brayan.
Sesampainya di Jalan KL Yos Sudarso KM 11, dua pelaku langsung memepet korban.
Kemudian, pelaku menikam korban hingga tersungkur.
"Korbannya sempat menjerit minta tolong. Lalu didengar warga dan pengendara yang melintas," kata Edy.
Mendengar ada perampok, warga dan pengendara melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku yang akhirnya dan diamuk massa.
"Korban sempat dibawa ke RS Mitra Medika. Namun, karena lukanya cukup parah, akhirnya meninggal dunia," ungkap Edy.
Untuk kedua tersangka, belum diketahui identitasnya. Saat ini, jenazah kedua tersangka dititipkan di kamar jenazah RS Bhayangkara Tingkat II Medan.
Sementara itu, Acuan (52) paman kandung korban yang ditemui di kediamannya Jalan Rencong, Medan Perjuangan menyebutkan bahwa David ternyata baru saja selesai mengurus skripsi.
"Dia itu enggak biasanya pulang malam. Biasa sore sudah sampai di rumah," kata Acuan.
Acuan mengatakan, kemanakannya itu kuliah di Microskill. Karena memasuki penghujung kuliah, mendiang David sibuk mempersiapkan ujian meja hijaunya.
"Karena urusan skripsi lah dia pulang agak malam. Kami pun enggak nyangka bisa jadi begini," ungkap Acuan yang semula sibuk menyapu halaman rumahnya.
Pria keturunan Tionghoa ini mengatakan, jenazah David dibawa ke balai persemayaman di kawasan Belawan.
Rencananya, jenazah anak pertama dari tiga bersaudara ini akan dikremasi sesuai adat mereka
"Dia selama ini tinggal di Martubung sama ibunya. Kebetulan, ayah dan ibunya sudah pisah," kata Acuan.
Acuan mengatakan, terakhir kali ia bertemu dengan anak adiknya itu pada saat perayaan Imlek.
"Saya sempat dengar dari orangtuanya, kemarin sebelum meninggal dia seperti buang tabiat. Enggak biasanya dia cerita ke mamanya sampai tengah malam," katanya.
Tulang Punggung Keluarga
David Juliono ternyata tulang punggung keluarga.
Selama ini, ia rela bersusah payah kuliah dan kerja untuk membantu ibunya.
"Alim ini anak yang baik. Enggak pernah macam-macam dia selama ini. Dia itu tulang punggung keluarga juga," kata Hulian (16), sepupu korban di kediamannya Jalan Rencong, Medan Perjuangan.
Hulian mengatakan, semasa hidupnya, David yang akrab disapa Alim ini dikenal sebagai pekerja keras.
Alim tak pernah mengeluh, walaupun ia kuliah dari hasil keringatnya sendiri.
"Kami sekeluarga tentu sedih lah. Baik sekali dia anaknya. Kok tega mereka itu membunuh Alim," ungkap Hulian.
Acuan (52), ayah Hulian menyebut korban menderita luka enam tikaman. Tiga tikaman di bagian dada menyentuh jantung, sisanya ada di punggung.
"Kemungkinan kemanakan saya ini meninggalkan karena kehabisan darah. Kan banyak sekali luka tikamannya," ungkap Acuan.

Memalukan Jenderal Bintang Tiga Ini Bakal Dijemput Paksa KPK ke Sidang Korupsi

Memalukan Jenderal Bintang Tiga Ini Bakal Dijemput Paksa KPK ke Sidang Korupsi www.SumutTopNews.com - Berita Terbaru Terkini Hari Ini -  Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan bekerja sama dengan Puspom TNI untuk menghadirkan Kepala Badan Keamanan Laut Laksamana Madya Arie Sudewo dalam sidang lanjutan dugaan korupsi pengadaan monitoring satelitte di Badan Keamanan Laut tahun anggaran 2016.

www.SumutTopNews.com - Berita Terbaru Terkini Hari Ini -  Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan bekerja sama dengan Puspom TNI untuk menghadirkan Kepala Badan Keamanan Laut Laksamana Madya Arie Sudewo dalam sidang lanjutan dugaan korupsi pengadaan monitoring satelitte di Badan Keamanan Laut tahun anggaran 2016.
Hal itu sudah sewajarnya dilakukan karena semua orang harus sama kedudukannya di hadapan hukum, terlebih lagi anggota TNI yang sudah sepatutnya taat hukum.
"Jadi KPK mengajak kerja sama Puspom TNI untuk menghadirkan tidak ada masalah, semua orang harus sama di hadapan hukum," ujar Pakar Hukum Tata Negara Irmanputra Sidin.
Menurut Irman, upaya paksa juga bisa dilakukan selama semua sudah dilalui tahapan sebelumnya.
Bahkan apabila diperlukan bisa meminta kerja sama Panglima TNI guna menghadirkan kepala Bakamla secara persuasif.
Kepala Badan Keamanan Laut Laksamana Madya Arie Sudewo akan dijemput paksa karena sudah dua kali mangkir dari persidangan untuk terdakwa staf PT Merial Esa Hardy Stefanus dan Muhammad Adami Okta.
Upaya paksa tersebut telah mendapat persetujuan atau penetapan dari majelis hakim yang dipimpin Franky Tumbuwun.
"Barusan di sidang kami minta waktu pemanggilan satu kali lagi disertai penetapan yang sudah disetujui majelis hakim. Penetapan tersebut untuk menghadirkan ke persidangan dan selanjutnya kami akan koordinasi dengan Puspom (TNI) karena ini yurisdiksinya pengadilan militer," kata Jaksa KPK Kiki Ahmad Yani, di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta.
Menurut Kiki Ahmad Yani, kehadiran Arie Sudewo sangat penting baik untuk persidangan dan untuk dirinya sendiri.
Satu lagi saksi yang sangat penting adalah Ali Fahmi atau Fahmi Habsiy. Namun, Ali Fahmi juga tidak pernah hadir selama tiga kali dipanggil dan kepadanya akan diterapkan Pasal 159 ayat 2 KUHAP yakni untuk dihadirkan ke persidangan.
"Kami minta kedua saksi hadir di persidangan supaya menjadi persidangan yang adil terbuka karena kedua orang ini banyak disebut-sebut saksi sebelumnya mengenai bagaimana proses penganggara, proses lelang di Bakamla dan disebut-sebut mengenai persentase uang ke pejabat-pejabat tinggi di Bakamla dan pejabat lainnya," ujar Kiki Ahmad Yani.
Menurut Kiki, sebelum persidangan hari ini, pimpinan KPK sebenarnya telah berkirim surat kepada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan ditembuskan ke Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi, Puspom TNI dan POM TNI AL.
"Namun sampai hari ini beliau masih berhalangan," kata Kiki.
Ternyata, hari ini Arie Sudewo tidak bisa hadir karena sedang dinas di Australia sementara pada pemanggilan pertama dia mangkir karena alasan dinas ke Manado, Sulawesi Utara.
Ketua Majelis Hakim Franky Tumbuwun menyetujui penetapan untuk menghadirkan Arie Sudewo.
"Ya nanti diusahakan, minta ke panitera," kata Franky saat memimpin sidang.
Dalam surat dakwaan Laksamana Madya Arie Sudewo disebut meminta jatah 7,5 persen dari pengadaan monitoring satelitte senilai Rp 400 miliar di Badan Keamanan Laut.
Jatah 7,5 persen adalah setengah dari fee 15 persen yang disepakati antara Fahmi Darmawansah dengan Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi.
Permintaan jatah tersebut terungkap melalui pembicaraan Arie Sudewo dengan Eko Susilo Hadi selaku Deputi Bidang Informasi Hukum dan Kerjasama Bakamla sekaligus Pelaksana Tugas Sekretaris Utama Bakamla dan Kuasa Pengguna Anggaran Satuan Kerja Bakamla tahun 2016.
"Bahwa sekitar bulan Oktober 2016 bertempat di ruangan Kepala Bakamla dilakukan pertemuan antara Kepala Bakamla Arie Soedewo dan Eko Susilo Hadi membahas jatah 7,5 persen untuk Bakamla dari pengadaan monitoring satelitte yang telah dimenangkan PT Melati Technofo Indonesia," kata Jaksa Kiki Ahmad Yani saat membacakan dakwaan Hardy Stefanus di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta.
Dukungan ICW
Indonesia Corruption Watch (ICW) mendukung upaya paksa menghadirkan Kepala Badan Keamanan Laut Laksamana Madya Arie Sudewo dalam sidang lanjutan dugaan korupsi pengadaan monitoring satelitte di Badan Keamanan Laut tahun anggaran 2016.
"Kami dukung upaya paksa menghadirkan kepala Bakamla," ujar Koordinator Divisi Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Hendri.
Namun ICW tetap berharap agar kepala Bakamla datang ke persidangan tanpa upaya paksa.
"Kehadirannya di persidangan tanpa upaya paksa merupakan bukti prajurit TNI taat hukum," kata Febri Hendri.
Staf Ahli Buronan
Ali Fahmi alias Fahmi Habsiy masih belum bersedia memenuhi tiga kali panggilan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar hadir pada persidangan dugaan korupsi pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla).
Padahal, peran Ali Fahmi sangat besar karena dia adalah staf ahli bidang anggaran Kepala Badan Keamanan Laut Laksamana Madya Arie Sudewo.
Ali Fahmi adalah pihak yang menawarkan PT Merial Esa agar mengikuti tender dengan ketentuan menyetor 15 persen sebagai 'fee' agar dimenangkan.
Jaksa KPK Kiki Ahmad Yani mengakui walau sebelumnya telah ada penetapan dari majelis hakim untuk menghadirkan secara paksa Ali Fahmi, namun keberadaannya masih tidak diketahui.
"Ali Fahmi kita sudah sampai ke rumahnya tapi tidak tahu di mana. Kita juga evaluasi kepada yang bersangkutan selanjutnya seperti apa kalau tidak hadir terus ya berarti yang bersangkutan akan dilakukan seperti itu," kata Kiki Ahmad Yani.
Kiki mengaku pihaknya masih mempertimbangkan terkait kemungkinan Fahmi Habsiy agar dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Penetapan untuk upaya paksa sesuai Pasal 159 ayat 2 KUHAP akan dijadikan evaluasi untuk ke tahap selanjutnya.
"Kita lihat penetapan ini seperti apa, kita laksanakan penetapan tapi kalau tidak ada juga insha Allah kita akan berkoordinasi dengan penyidik tindak lanjutnya seperti apa," kata Kiki Ahmad Yani.
Ali Fahmi adalah staf ahli bidang anggaran Arie Sudewo.
Dia sebenarnya bukanlah pejabat struktural di Badan Keamanan Laut namun sebagai staf ahli yang ditunjuk Arie Sudewo.
Pada kasus tersebut, Ali Fahmi menawarkan kepada Direktur PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah untuk ikut pengadaan satelitte monitoring dan drone di Bakamla.
Ali Fahmi kemudian meminta fee 15 persen dan semuanya akan diurus oleh dia sendiri dan Fahmi hanya mengurus dokumen yang dibutuhkan.
Sebagai uang muka, Fahmi Darmawansyah melalui stafnya Hardy Stefanus dan Muhammad Adami Okta menyerahkan Rp 24 miliar di Hotel Ritz Carlton.
Belakangan, Fahmi Darmawansyah marah karena pengadaan barang untuk drone tidak terealisasi karena anggaran Bakamla dipangkas Pemerintah.
Fahmi Darmawansyah kemudian meminta DP tersebut namun hanya sebagian yang bisa dikembalikan Ali Fahmi.
Ali Fahmi beralasan telah membagikan uang tersebut kepada anggota DPR RI yang bertugas untuk penganggaran.
"Jadi kehadiran Ali Fahmi itu sangat penting agar tidak menjadi fitnah bagi orang lain," ujar Kiki Ahmad Yani.
Ali Fahmi kemarin dijadwalkan bersaksi untuk terdakwa Hardy Stefanus dan Adami Okta. (eri)

Dua Minggu usai Pembunuhan Sekeluarga yang Dilakoni Andi Lala, Rumah Riyanto Masih Digaris Polisi

Dua Minggu usai Pembunuhan Sekeluarga yang Dilakoni Andi Lala, Rumah Riyanto Masih Digaris Polisi www.SumutTopNews.com - Berita Terbaru Terkini Hari Ini - Dua minggu pascapembunuhan satu keluarga di Jl Kayu Putih, Lingkungan XI, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, rumah almarhum Riyanto (40) masih tampak digaris polisi. Pihak keluarga sampai saat ini belum diperkenankan masuk lantaran rumah yang ada di dalam gang itu masih dalam status penyelidikan.

www.SumutTopNews.com - Berita Terbaru Terkini Hari Ini - Dua minggu pascapembunuhan satu keluarga di Jl Kayu Putih, Lingkungan XI, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, rumah almarhum Riyanto (40) masih tampak digaris polisi.
Pihak keluarga sampai saat ini belum diperkenankan masuk lantaran rumah yang ada di dalam gang itu masih dalam status penyelidikan.
Wagiman (66), orangtua mendiang Riyanto yang kebetulan ditemui Tribun tak banyak memberi keterangan.
Wagiman yang saat ditemui di rumahnya mengaku hendak pergi keluar rumah.
"Ya, kondisi rumah masih seperti itu. Masih digaris polisi. Belum bisa masuk," katanya, Sabtu (22/4/2017).
Pria sepuh ini mengatakan, keluarga masih menunggu polisi membuka garis kuning tersebut. Keluarga belum berani masuk sembarangan ke rumah almarhum Riyanto.
"Kalau mau lihat, silakan saja. Tapi saya kebetulan mau pergi ini. Enggak bisa lama," katanya kemudian menyalakan sepeda motor.
Sejumlah kerabat Wagiman yang ditemui Tribun di dekat lokasi kejadian tak banyak memberikan keterangan. Mereka enggan berkomentar banyak menyangkut kasus ini, meskipun otak pelaku pembunuhan bernama Andi Mattalatta alias Andi Lala sudah ditangkap tim gabungan Polda Sumut beberapa waktu lalu.
Selalu Berbohong
Usai tertangkap di rumah kerabatnya di Jalan Lintas Rengat/Tembilahan, Desa Pekan Tua, Kecamatan Kempes, Kabupaten Indra Giri Hilir, Andi Matalata alias Andi Lala yang diboyong petugas melalui jalur darat terus menutupi kejahatannya.
Kebohongan dilakukan Andi Lala kepada petugas selama hampir 20 jam perjalanan di dalam mobil dari Indragiri Hilir, Riau hingga tiba ke Medan.
Baca: Terungkap, Sosok di Balik 17 Tahanan Kabur, Ana Sembunyikan Gergaji Besi di dalam Bra saat . . .
Baca: Gisella Anastasia Makin Seksi dan Berani, Ada yang Berubah di Tubuhnya
Baca: Kondisi Jupe Makin Kritis, Berikut Foto-foto Jupe dan Suasana Pengajian
Kasubdit III/ Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Faisal F Napitupulu mengatakan Andi Lala terus berkelit saat diinterogasi petugas terkait kasus pembunuhan satu keluarga di Mabar yang menangkapnya. Begitu juga dengan barang bukti yang Andi Lala ambil dari rumah Riyanto.
Baca: Andi Mallarangeng Hirup Udara Bebas, Tak Lagi Mendekam di Sukamiskin
"Selama di perjalanan Andi Lala banyak berbohong, banyak menutup-nutupi. Dia juga menutupi kasus pembunuhan tahun 2015 yang ia lakukan," ungkap Faisal, Jumat (21/4/2017).
Namun, akhirnya pria yang berprofesi sebagai tukang las itu tak bisa mengelak setelah petugas mengkonfrontir dirinya dengan Chandra. Selama pelarian di Indragiri Hilir, Riau, Andi Lala bersembunyi di rumah Chandra.
"Kan Chandra ini kita bawa juga. Chandra ini dulu orang pembangunan II, Lubuk Pakam juga. Jadi Chandra ini yang menceritakan detail soal pembunuhan tahun 2015 yang membuat Andi Lala tak bisa mengelak," jelasnya.

Video Detik-detik Driver Ojek Online Tewas Ditabrak Mahasiswa, Helm dan Jaketnya Bikin Sedih

Video Detik-detik Driver Ojek Online Tewas Ditabrak Mahasiswa, Helm dan Jaketnya Bikin Sedih www.SumutTopNews.com - Berita Terbaru Terkini Hari Ini -Baru-baru ini, netizen dihebohkan dengan rekaman video kecelakaan yang mengakibatkan pengemudi ojek online tewas. Belakangan tersebar, kalau mobil yang menabrak ojek online tersebut dikemudikan oleh mahasiswa. Sontak saja, video tersebut langsung banyak menarik perhatian netizen. Di antaranya diposting oleh akun Instagram gosip, @lambe_turah, Sabtu (22/4/2017).

www.SumutTopNews.com - Berita Terbaru Terkini Hari Ini -Baru-baru ini, netizen dihebohkan dengan rekaman video kecelakaan yang mengakibatkan pengemudi ojek online tewas.
Belakangan tersebar, kalau mobil yang menabrak ojek online tersebut dikemudikan oleh mahasiswa.
Sontak saja, video tersebut langsung banyak menarik perhatian netizen.
Di antaranya diposting oleh akun Instagram gosip, @lambe_turah, Sabtu (22/4/2017).
Tampak dalam video itu, beberapa kendaraan melaju dengan kecepatan sedang.
Kemudian ada seorang pengendara ojek online hendak memutar arah.
Ia kemudian mengarahnya motornya ke jalan yang berlawanan arah dengannya.

Karena melaju kencang, mobil itu langsung menabrak driver ojek online itu hingga terpental.
Tak hanya video, ada juga foto yang memperlihatkan kondisi motor di lokasi kejadian.
Motor itu wujudnya sudah tidak beraturan.
Jok terlepas, velg ban terkepas, dan stang motor pun ikut terlepas.
Pun sama halnya dengan kondisi mobil yang hancur parag di bagian kenan depan.
Ban mobil depannya pun tampak hancur, juga kaca dan bagian pintunya.
Sementara itu, driver ojek inline tersebut dikabarkan tewas di lokasi kejadian dengan kondisi masih meneganakn jaket ojek online.
Tampak ia ditutupi jas hujan plastik dan plastik hitam, terbaring tak jauh dari mobil yang menabraknya.
Diketahui kejadian itu terjadi pada hari Jumat (21/4/2017), di Jalan Raya BSD Utama, Pagedangan, Tangerang Selatan.
Baru sejam diposting, video dan foto itu telah dikomentari ribuan kali oleh netizen.
Ini beberapa komen mereka :
wienalee: Ya tuhan..sering naek ojek online..jd serem...jgn ampe amit2..
kusermyidiajir: huaaaa sedih kasian gojeknya
okiibb: Ya allah padahal gw sering putar balik begitu semoga tidak kenapa"
Ini videonya :
*geser kanan untuk melihat foto-fotonya
Video Detik-detik Sopir Angkot Tabrak Driver Ojek Online Sampai Terpental
 "Jalanan itu kejam" begitulah kiranya perkataan mungkin bisa mengambarkan situasi yang terjadi di tengah kota ini.
Malahan, demi mencari nafkah orang rela malakukan hal apapun hingga diluar batas kesadarannya.
Seperti video viral yang bereda di media sosial tentang sopir angkot yang tega menabrak driver ojek online.
Terlihat ia pelan-pelan melakukan hal tersebut.
Bahkan dirinya sempat diam di pinggir dan tak melanjutkan mengendarai motornya itu.
Tiba-tiba saja, mobil hitam melaju dengan sangat kencang menuju ke arahnya.
Insiden penabrakan itu terjadi di Jalan Raya Cikokol sebelah Mall Tangerang City (Tangcity)
Video tersebut diposting oleh pemilik akun instagram @bangiyusm dengan caption sepeerti ini:
"Driver Grab ditabrak Sopir Angkot di Tangcity..!!
Original footage..!! Rusuh antar pengemudi angkot & ojek online," tulis akun @bangiyusm pada Rabu (8/3/2017).
Dalam video singkat itu terlihat seorang pria berjaket driver ojek online berdiri ditepi jalan.
Namun, tiba-tiba sebuah angkot melaju kencang dan menabraknya hingga terpendal.
Orang disekelilingnya pun tidak bisa berbuat banyak melihat aksi berutal sopir angkot itu.
Bahkan, letusan senjata api pun yang dikeluarkan aparat kepolisian tidak dihiraukan oleh pengemudi angkot ini.
Usai menabrak driver ojek online, sopir angkot ini langsung melarikan diri dan menancap gas mobilnya.
Video ini pun mengungah perhatian dari netizen.
Sejak pertama kali diposting, video ini sudah diputar lebih dari 35 ribu kali.
Ratusan komentar pun keluar dari jari lentik netizen.
Akun vintageshopid_ berkomentar : "Padahal ya, tukang becak aja gak pernah yg namanya demo grgr adanya angkot. Apalagi skrg ada ojek online lah, apa online lah. Mereka tukang becak(maaf) gakpernah demo. Rejeki udah ada yg ngatur. Kasian aja liat kejadian ini"
@putrinya.rodiyah : "Sengaja nabrk x krna kesl dgn gojek online mreka gk trima dgn adanya gojek online, masa allah pdahal rezeki allah yg ngatur , smua jg mncari nafkah jangn iri2an"
@anisardty: "Ya allah astagfirullah sama sama cari makan loo kok tega kaya gitu"
Tidak lama kemduain Akun @bangiyusm kembali memposting di akun isntagramnya dan menceritakan kronologis kejadian penabrakan yang dilakukan sang sopir angkot.  
Berikut ini caption lengkap kronologis yang diposting akun instagram @bangiyusm:
Kronologis saat rekam video :
Sebelumnya liat beberapa motor ojek online melintas, trus dikejar2 sama beberapa orang, polisi ada 5 org di pos polisi Cikokol merespon, mundurlah yg ngejar ojek online itu..
Selang sekitar 5 menit ternyata ribut lagi adu teriakan, yg supir2 angkot mengarah ke underpass, yg pengemudi ojek online majuin juga. Baru ada yg lempar sesuatu (seperti botol) nah dari belakang ada angkot nyelip langsung ngebut nabrak pengemudi online itu.. polisi yg ada ditengah2 massa terus keluarkan tembakan 2x ke udara untuk bubarkan massa, agak kebingungan juga mau nolongin atau ngejar itu angkot, sementara anggota yg lain lumayan jauh, polisi itu udah teriakin anggota yg dkt mobil angkot, tp krn berisik mgkn gak denger.. jeda 1 menit ada anggota yang numpang motor warga (thunder hitam) untuk ngejar pelaku tabrak lari itu..
Kondisi pengemudi ojek online masih blm sadarkan diri trus dibawa pakai mobil lossbak.
10-15 menit kemudian sebelum maghrib, serangan balasan ke mobil angkot yang menepi di Tangcity.
Kaca mobil pecah karena kena helm pengemudi ojek online.
Polisi mengeluarkan tembakan 2x untuk bubarkan massa.
Update :
"Kejadian pukul 17:40 
Lokasi Jalan Raya Cikokol sebelah Mall Tangerang City (Tangcity)
Pengemudi ojek online dalam posisi berjalan kaki ya, nyamperin supir angkot (kayak adegan tawuran gitu)" .
Begitu kronologi sesuai yang saya saksikan."
Dikutip KOMPAS.com, PR Manager of GrabBike and GrabExpress Dewi Nuraini menyebut pihaknya telah menerima informasi mengenai seorang driver yang ditabrak sopir angkot di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tangerang, Rabu (8/3/2017). 
Atas kejadian itu, Dewi meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas. 
"Kami sudah melaporkan kejadian tersebut ke polisi sambil menunggu hasil investigasi lebih lanjut dan memastikan bahwa mitra pengemudi Grab yang jadi korban penabrakan dapat perawatan dan penanganan semestinya," kata Dewi, saat dihubungi Kompas.com, Rabu malam.
Dewi mengaku belum bisa memberi informasi lebih detail. Ketika ditanya identitas maupun kondisi terakhir korban, Dewi menolak menjawab dengan alasan menjaga privasi korban. Dia hanya menyatakan bahwa korban masih hidup dan dalam perawatan intensif.
Seperti ini videonya :

Foto Syur Mirip Dirinya Beredar, Aryo Djojohadikusumo Menduga Dia Jadi Target Politik

Foto Syur Mirip Dirinya Beredar, Aryo Djojohadikusumo Menduga Dia Jadi Target Politik www.SumutTopNews.com - Berita Terbaru Terkini Hari Ini - Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Aryo Hashim Djojohadikusumo tetap santai dan tidak panik menyusul munculnya foto syur mirip dirinya di dunia maya bersama dengan beberapa wanita. Keponakan Prabowo Subianto itu juga meyakini bahwa dirinya sedang menjadi bidikan beberapa pihak.

www.SumutTopNews.com - Berita Terbaru Terkini Hari Ini - Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Aryo Hashim Djojohadikusumo tetap santai dan tidak panik menyusul munculnya foto syur mirip dirinya di dunia maya bersama dengan beberapa wanita.
Keponakan Prabowo Subianto itu juga meyakini bahwa dirinya sedang menjadi bidikan beberapa pihak.
"Mungkin iya pastinya sudah tahu seharusnya, tadi malam dia ngomong. Dia pembawaannya tenang. Kalau itu dia, pasti dia sudah panik," tutur adik kandung Aryo sekaligus anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.
"Dia cuma bilang, 'Kayaknya lagi ada isu nih, ada keluar foto-foto saya dari mana'. Saya juga nggak nanggapin banget karena saya pikir kalau ada gitu-gituan, ya sudah. Saya tidak kaget dengan posisi dia pasti akan jadi target," tambah Rahayu.
Rahayu juga meyakini foto syur yang beredar bukanlah Aryo sang kakak.
"Saya nggak yakin kalau itu dia," ujar Rahayu.
Rahayu mengatakan keluarga belum mengetahui soal foto mirip Aryo yang beredar itu. Rahayu juga meyakini kakak kandungnya tidak mungkin melakukan perbuatan tak senonoh tersebut.
"Saya kenal kakak saya. Dia nggak mungkin segeblek itu. Kalau ada yang kayak gitu, bukan dia. Maaf, saya belum bisa bicara terlalu banyak," ucapnya.
Partai Gerindra juga membantah foto-foto syur di media sosial yang mirip dengan kadernya.
Foto tersebut dikaitkan dengan Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Gerindra Aryo Djojohadikusumo.
Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad memastikan foto tersebut bukan Aryo. Ia telah mengonfirmasi mengenai informasi tersebut kepada Aryo.
"Sudah konfirmasi dan saya pastikan itu bukan yang bersangkutan," kata Dasco.
Dasco mengaku belum mengambil langkah hukum mengenai foto-foto tersebut. Ketua MKD DPR itu baru mengonfirmasi Aryo untuk mengklarifikasi informasi tersebut.
"Kita akan lihat langkah selanjutnya. Hal pertama yang kita lihat konfirmasi yang bersangkutan dan ini kami sampaikan perkembangan lain nanti kami infokan," kata Dasco.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menyebut munculnya foto syur Aryo Djojohadikusumo bermuatan politis.
Sebab, foto-foto tersebut keluar usai pasangan Anies-Sandiaga memenangi pilkada DKI Jakarta versi hitung cepat.
"Kalau pun misalnya benar, itu tanggung jawab pribadi, bukan partai. Tapi kan bisa juga itu enggak benar. Sebagai serangan. Itu harus dibawa ke laboratorium dulu. Bener enggak? Tanya juga ke ahli IT. Saya sendiri baru melihat sepintas-pintas saja," ujar Arief.
Aryo yang dikenal sebagai keponakan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto itu kata Arief juga langsung membantahnya.
Namun, Arief mengaku partai belum berniat melaporkan foto-foto tersebut kepada polisi.
"Buat apa lapor-lapor polisi. Nanti juga bentar lagi, enggak ada lagi," kata Arief.
Di media sosial tersebar setidaknya empat foto. Di foto tersebut tampak foto seorang pria tengah bersama dua wanita dalam sebuah ruangan.
Mereka tidak berbusana. Dalam foto yang tersebar di forum dunia maya, pria tersebut dikaitkan dengan Aryo Djojohadikusumo

Mau Nikah Gak Punya Modal? Simak Kisah Inspiratif Pria Bergaji Rp 1,5 Juta Ini

Mau Nikah Gak Punya Modal? Simak Kisah Inspiratif Pria Bergaji Rp 1,5 Juta Ini www.SumutTopNews.com - Berita Terbaru Terkini Hari Ini - Seorang pemuda merencanakan pernikahan bermodalkan gaji sebesar Rp 1,5 juta. Tak disangka, setelah dijalani dengan berbagai perhitungan mendetail dan konsisten, pemuda tersebut kemudian menjadi seperti ini.

www.SumutTopNews.com - Berita Terbaru Terkini Hari Ini - Seorang pemuda merencanakan pernikahan bermodalkan gaji sebesar Rp 1,5 juta.
Tak disangka, setelah dijalani dengan berbagai perhitungan mendetail dan konsisten, pemuda tersebut kemudian menjadi seperti ini.
Tekad yang bulat untuk menikah di usia 27 tahun, membuat lelaki ini membuat perencanaan yang matang.
Kisah tersebut dibagikan oleh akun Ridwan Firdaus Hassan.
Rencana Menikah
Tahun 2010 saat saya menjadi PNS, dengan ijazah SMP gaji yang saya terima 1.050.000, di tambah uang kesra daerah 450.000. Total penghasilan sebulan saya 1.500.000.
Saat itu saya sedang giatnya menyusun skripsi untuk kelulusan saya. Kawan di kantor mengatakan saya bodoh karena saya kuliah S1 yg tidak akan berguna di pakai pada penyesuaian ijaazah Pegawai Negeri.
saya katakan “ilmu itu lebih baik daripada uang. Tidak kenapa-kenapa, saya kuliah bukan utk itu, tapi agar berilmu, karena Alloh swt menaikan derajat orang yg berilmu bukan ber-uang.
Usia saya saat itu sudah 25 tahun, dan ingin sekali bisa menikah dalam pada usia 27 tahun.
Jadi sejak itu saya menabung untuk membiayai sendiri perniakahan saya.
Saya dari keluarga tak mampu, yang sangat yakin bapak dan emak di rumah tak akan mampu membiayai pernikahan saya. Karena utk makan saja kami saja sudah susah. Kuliah pun saya membiayai diri sendiri, persemester sebesar 750.000, yang saya bayar dari menabung 100.000 sebulan.
Penghasilan 1.500.000 itu saya atur agar cukup membiayai hidup saya sehari hari. Dengan rincian pada gambar itu.
Saya hanya bisa menabung biaya Menikah sebulan 450.000, setelah mengatur segala aspek, dari member ibu, membeli buku hingga kebutuhan lain yang tak kalah penting .
Jika setahun akan terkumpul 5.400.000. jika berniat menikah pada usia 27, artinya saya hanya bisa menabung 2 tahun, dan kemungkinan hanya terkumpul dana 10.800.000. (saya pesimis uang segitu cukup membiayai pernikahan saya).
Tapi ya saya nabung saja, cukup ndak cukup nanti deh di usahakan cukup. Inshaa Alloh yang mencukupkan Alloh swt yg memerintahkan ibadah pernikahan.
Tahun berganti, gaji saya naik, tabunganpun naik.
Penghasilan lain dari mereparasi Komputer laptop, bimbingan skripsi sahabat, membantu photocopy mata kuliah, hingga usaha jualan es kelapa muda saya coba utk menaikan penghasilan demi mencukupkan biaya menikah.
Tabungan saya mentok pada angka 15.000.000 saja.
Itupun saya simpan dalam bentuk emas, saya titip di toko perhiasan sahabat baik saya.Karena jika tidak, Uang tabungan saya pasti tak akan bertambah. Ketidak enakan utk mengatakan tidak pada kawan yang membutuhkan uang utk bayar spp atau membayar sewa kost nya.
Saya telat menikah, target usia 27 tahun menjadi usia 29 tahun.
Itupun mendadak tanpa rencana.saya menikahi wanita yang hanya saya kenal sebulan saja.
Saya tak ambil pusing tentang biaya biaya, atau siapa wanita itu, alimkah atau dari ningratkah. Tuhan, saya ingin nikah, tolong bantu saya ya..
Dan yaps,, saya menikah juga (akhirnya ada yg mau dengan saya). Tentang berapa biaya yg dihabiskan Alhamdulillah dibantu Alloh swt dari tangan sahabat yang sangat baik kepada saya.
“Jika kau ingin menikah kawan, cobalah merencanakannya. Lalu hitung biaya biayanya, kapan, tata cara menikahnya, dimana dan dengan siapa kau menikah. Tulis saja di buku harianmu sekarang. Lalu baca setelah selesai sholat, minta Alloh swt mengabulkannya. Baca sesering mungkin, berdoa sebanyak mungkin.
Lakukan usaha yang membuat apa yg kau tulis itu terwujud, seperti menabung, atau bekerja lebih giat utk mendapat penghasilan lain yg mencukupi biaya pernikahan itu.
Dan biarkan usaha dan doamu di ijabah Allah SWT dengan cara-Nya. Kau tak pernah gagal, jika tak berusaha. Kau lebih baik gagal daripada tak pernah mencoba dan berusaha sama.

 

Technology

Entertaiment